PENERAPAN ISO 9001:2008 DI SMAN 2 PPU SEBAGAI WUJUD PELAKSANAAN TQM(khususnya Kepuasan Pelanggan) DALAM DUNIA PENDIDIKAN
oleh:
Hartian, S.Pd
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
SMAN 2 PPU merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar untuk membimbing,membina dan mengembangkan potensi siswa agar mencapai tujuan pendidikan yang berorentasi kepada kepuasan pelanggan.
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan tersebut tidaklah mudah perlu adanya strategi yang melibatkan dan memadukan peranan semua komponen yang ada dilembaga SMAN 2 PPU tersebut.
Maka oleh karena itu perlu adanya terobosan baru guna lebih memberi makna dan manfaat besar bagi warga sekolah khususnya siswa,serta pihak-pihak yang terkait lainnya secara umum sebagai pelanggan sekolah.
Tidak dipungkiri sebuah realitas bahwa setiap tahun lembaga SMAN 2 PPU meluluskan siswa-siswi (sebagai hasil produk sekolah)belum maksimal memiliki kompetensi tertentu yang menjadi bekal keahliannya yang akan di bawa ke masyarakat ,dengan kata lain bahwa hasil produk sekolah belum memenuhi kepuasan pelanggan.
Atas dasar itulah SMAN 2 PPU termotivasi untuk mencoba menerapkan sistem ISO 9001:2008 sebagai wujud pelaksanaan TQM dalam lembaga pendidikan khususnya SMAN 2 PPU di kabupaten Penajam Paser Utara,dan umumnya di dunia pendidikan di Indonesia.
SMAN2 PPU berupaya memberi warna baru dalam menata ulang kembali manajemen sekolah dari unsur yang paling besar sampai yang terkecil,melibatkan semua pihak yang terkait dan menggerakan semua potensi yang ada untuk di kelula kembali dengan sebaaik mungkin sesuai dengan program penerapan sistem ISO 9001:2008 sebagai wujud pelaksanaan TQM dalam dunia pendidikan.
2. Runusan Masalah
Bagaimana Menerapkan program ISO 9001:2008 dilembaga SMAN 2 Penajam Paser Utara sebagai wujud pelaksanaan TQM (khususnya Kepuasan Pelanggan) dealam dunia Pendidikan.
B. PEMBAHASAN MASALAH
1. Paradigma ISO 9001:2008 merupakan model penjaminan mutu dalam desain/pengembangan,produksi,instansi dan pelayanan yang prima.(Usman husaini,manajemin:552)
Tujuan Program ISO 9001:2008 meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistemnya secara efektif,termasuk proses perbaikan berlanjut dari sistemnya dan kepastian kesesuaiannya pada persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku.
Manfaat penerapan ISO 9001:2008 sebagai wujud pelaksanaan TQM pada SMAN 2 PPU,diharapkan antara lain ;
a. Dapat dipahami dan digunakan oleh seluruh elemin dan unsur –unsur yang terkait dengan lembaga sekolah.
b. Mudah untuk diterapkan di sekolah semua program kerja dan sistemnya.
c. Pengurangan berokrasi yang berbelit-belit dalam penyelenggaraan pelayanan manajemen di sekolah.
d. Dapat disesuaikan dengan proses yang telah ada sebelumnya pada lembaga organisasi sekolah.
e. Mendorong penyempurnaan kinerja organisasi sekolah
f. Berorientasi pada perbaikan manajemen sekolah terus- menerus demi kepuasaan pelanggan sekolah.
2. Proses penerapan ISO 9001:2008 sebagai wujud pelaksanaan TQM pada SMAN 2 PPU,ada tiga tahapan yang harus dilakukan,yaitu ;
a. Tahap Pertama ialah Pembentukan Tim Kerja ISO
Pada tahap ini SMAN 2 PPU membentuk sebuah tim kerja ISO yang angotanya berjumlah Sembilan Orang (tim sembilan),yang bertugas merumuskan penulisan dan penyusunan dokomen-dokomin ISO yang meliputi :
• Dokumen pedoman mutu
• Dokumen prisedur oprasiunal standar (POS)
• Dokumen instruksi kerja
• Dokumen formulir dan sebagainya
b. Tahap kedua ialah pelaksanaan kegiatan ISO 9001:2008
Pada tahap ini semua yang telah ditulis dalam dokomen-dokomen ISO harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,cermat,teliti dan sesuai dengan sistem yang lelah ditentukan.
Pada tahap pelaksanaan ini ,tidak bisa dingkari pasti akan mengalami beberapa kali perubahan/revisi demi kesempurnaan (fine turning). namun apabila pada tahap pelaksanaan ini telah dianggab mencukupi dan sudah sempurna ,minimal tiga sampai enam bulan berjalan,dan sudah menghasilkan catatan/rekaman sebagai bukti pelaksanaannya.
c. Tahap ketiga ialah Audit Sertifikasi
Pada tahap ini,setelah sekolah SMAN 2 PPU yakin bahwa sistem telah tersusun dan berjalan sesuai dengan prasyarat ISO 9001:2008 yang ditetapkan. Sekolah dapat mengajukan permohonan kepada sebuah badan sertifikasi yang dipih untuk diadakan audit.
3. Kendala dan kelemahan serta hambatan dalam pelaksanaan ISO 9001:2008 di SMAN 2 PPU sebagai wujud penerapan TQM di lembaga pendidikan, diantaranya ;
a. Kendala
Kendala Yang perlu di antisipasi terlebih dahulu dalam menerapkan ISO 9001:2008 di SMA 2 PPU adalah lemahnya manajemen sekolah yang meliputi : tidak lengkapnya sarana dan prasarana sekolah,kurangnya ketelitian para anggota manejemen sekolah,dalam melakukan tindakan dan kebijakan sekolah sering tidak tertulis dan tidak ada surveillance audit internal di sekolah.
b. Kelemahan
Kelemahan yang perlu ditanggulagi sejak awal dalam pelaksanaan ISO 9001:2008 di SMAN 2 PPU diantaranya adalah; terbatasnya pemahaman Program ISO 9001:2008 yang hanya sebatas pada implentasinya saja dan sering terjebak pada ekstra paper work.
c. Hambatan
Hambatan dan sekaligus tantangan yang harus ditaklukan dan dibiasakan dalam penerapkan ISO 9001:2008 di SMAN 2 PPU,umumnya pada budaya planning,budaya menulis,budaya disiplin,budaya selalu memberi yang terbaik dan budaya inovasi
4. Pemecahan Masalah Penerapan ISO 9001:2008 di SMAN 2 PPU sebagai perwujudtan pelaksanaan TQM di lembaga Pendidikan.
Pemecahan masalah dalam penerpan ISO 9001:2008 adalah dengan menerapkan delapan budaya penting dalam budaya ISO 9001:2008 (Saskin&Kisher:1993) yaitu:
a. Informasi yang bermutu harus dipakai untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 2 PPU,bukan atas pertimbangan manusia tanpa data informasi yang tidak bertanggung jawab.
b. Segala otoritas dan wewenang harus sama-sama dapat bertanggung jawab.
c. Kepala sekolah harus memberikan hadiah terhadap hasil yang memuaskan.
d. Menjalin kerja sama tim harus selalu dipelihara dan ditingkatkan antar sesama elemen dan pihak-pihak yang terkait.
e. Semua elemen sekolah harus merasa amaan dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.
f. Dilingkungan sekolah harus diciptakan iklim keterbukaan dari berbagai elemen yang ada di sekolah.
g. Adanya kompensasi yang harus memadai.
h. Semua elemin yang terkait dengan sekolah harus menyadari bahwa bermutu tidaknya sekolah SMAN 2 PPU tergantung pada kepuasan pelanggan.
Untuk mewujudkan pendidikan yang berisikan standar ISO 9001 harus memenuhi delapan prinsip yang haarus digunakan oleh manajemin SMAN 2 PPU demi peningkatan mutu pendidikan yang berorintasi kepada kepuasan pelanggan sekolah adalah ;
1. Berfokus pada pelayanan pelanggan.
dengan mutu yang dihasilkan oleh lembaga SMAN 2 PPU. Jika tidak dapat mempertahankan mutu,lembaga pendidikan SMAN 2 PPU akan ditinggalkan dan tidak diminati oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara.Pelanggan pendidikan ialah peserta didik,orang tua/wali murid,keluarga,pemerintah,masyarakat dan alumni serta pengusaha. Pelanggan harus dipuaskan
2. Kepemimpinan Kepala Sekolah
Seorang kepala sekolah harus manpu mengembangkan visi dan misi untuk mencapai tujuan SMAN 2 PPU. Kepala Sekolah harus dapat memberikan inspirasi bagi bawahannya,memfasilitasi sarana dan prasarana agar para bawahannya dapat bekerja secara optimal,serta selalu melakukan komonikasi yang efektif.
Kepemimpinan Kepala Sekolah merupakan variabel kunci yang turut menentukan keberhasilan SMAN 2 PPU dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan yang sesuai dengan kepuasan pelanggan.
3. Melibatkan Semua Pihak
SMAN 2 PPU membutuhkan kemampuan semua elemen sekolah untuk berinovasi dan berkeriasi guna memajukan mutu pendidikan di SMAN 2 PPU yang sesuai dengan kepuasan pelanggan.
Tampa dukungan semua pihak seperti staf tata usaha,dan perserta didik,guru maka kepala sekolah kurang dapat berfungsi menjalankan perannya , oleh sebab itu diperlukan kerja sama tim yang handal dan kuat.
4. Pendekatan Proses
SMAN 2 PPU harus mampu melakukan pendekatan proses guna mengefisiensikan dan mengefektivitaskan kegiatan dan waktu sebagai inti kegiatan sekolah dalam mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan di SMAN 2 PPU .
Proses pendidikan jauh lebih penting dalam menentukan hasil mutu pendidikan yang berkualitas tinggi yang sesuai dengan kepuasan pelangan.
5. Pendekatan Sistem dalam Manajemen
SMAN 2 PPU menyadari sepenuhnya akan pentingnya peranan masing-masing subsistem yang saling terkait dalam proses untuk mencapai hasil terbaik sesuai dengan harapan kepuasan pelanggan.
6. Perbaikan dan Peningkatan Kualitas terus-menerus
Dilembaga SMAN 2 PPU menyadari betul akan pentingnya peningkatan yang kontinu dilaksanakan secara berkesinambungan demi memenuhi tuntutan kepuasan pelanggan yang selalu terus berkembang.
Dalam hal ini pendidikan di SMAN 2 PPU harus terus- menerus meningkatkan kualitas mutunya serta mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kopetensi para staf-staf dan dewan gurunya.
7. Pendekatan Fakta untuk Pengambilan Keputusan
Setiap keputusan yang diambil dan dikeluarkan oleh pihak sekolah SMAN 2 PPU harus berlandaskan data dan informasi yang akurat,relevan,dan up to date, guna menjamin kebijakan mutu yang sesuai dengan kepuasan pelanggan sekolah.
8. Hubungan yang saling menguntungkan
SMAN 2 PPU dalam menjalin kerjasama dengan pihak – pihak lain yang terkait dengan penjaminan dan peningkatan kualitas mutu pendidikan harus berazaskan hubungan yang saling menguntungkan ,demi tercapainya tujuan pendidikan di SMAN 2 PPU yang lebih berorintasi kepada kepuasan pelanggan.
Kedelapan prinsip dasar pelaksanaan ISO 9001:2008 selaras dengan prinsip-prinsip yang mempedomani TQM dalam penerapan di dalam dunia pendidikan yaitu ;
1. Promosi lingkungn Pendidikan yang berfokus pada mutu.
2. Pengenalan kepuasan pelanggan sebagai indikator kunci pelayanan bermutu dan
3. Perubahan sistem,perilaku,dan proses dalam rangka menjalankan perbaikan selangkah demi selangkah dan terus-menerus terhadap kepuasan dan pelayanan yang disediakan oleh pihak sekolah.
C. PENUTUP
1. Kesimpulan
Melalui penerapan Iso 9001:2008 di SMAN 2 PPU sebagai wujud dari penerapan TQM dalam dunia pendidikan,diharapkan setiap kegiatan yang mempengaruhi mutu dilakukan dalam tiga rangkaian kegiatan inti dari sistem ISO 9001:2008 yang tidak terputus,yaitu ;
“Pencatatan (say what you do), Pelaksanaan dan Pengendalian sesuai perencanaan (do what you say),dan yang terakhir adalah Rekaman/Catatan hasil pelaksanaan yang telah dikerjakan (record whar you did).”
Jadi dengan kata lain hakikat dari rouhnya Iso 9001:2008 adalah : “Catat apa yang akan dilaksanakan,dan laksanakan apa yang telah dicatat,kemudian Perbaikan/analisa terus menerus demi mencapai tujuan pendidikan yang berorean tasi pada kepuasan pelanggan.”
2. Saran
Dalam melaksanakan penerapan ISO 9001:2008 di SMAN 2 PPU,sebagai bagian dari penerapan TQM dilingkungan Pendidikan agar dapat berjalan dengan efektif,dibutuhkan kebersamaan dan kerjasama dari seluruh komponen penyelenggara pendidikan SMAN 2 PPU dalam meningkatkan mutu pendidikan yang sesuai dengan kepuasa pelanggan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dengan demikian tujuan yang diharapkan sangat tergantung pada bagai mana setiap komponin pendidikan di SMAN 2 PPU dalam memahami dan memaknai serta mengaplikasikannya dalam dunia kerjanya sehari-hari dilapangan.
DAFTAR PUSTAKA
- Usman Husaini (2009)”menejemin:Teori,Praktik,dan Riset Pendidikan”.Bumi Aksara,Jakarta.
- Tjiptono ,Fandy & Anastasia Diana.Total Quality Managemenent.Yogyakarta:Andi.
- Tim ISO SMK N 1 Balikpapan,(2010)”Awareness Training SMM ISO 9001:2008.
- Tim SSN SMAN 2 PPU,(2009) “Jurnal laporan kegiatan SSN SMAN 2 PPU”
- http;//www.deliver.org/guidelines/policy/pg-6/pg-6summaryi.htm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar